PTPN IV Regional VII Gelar Bimbingan dan Sertifikasi Mandor Pemeliharaan

Tanggal 25 Jun 2026 - Laporan Nurjanah. - 175 Views

MOMENTUM, Bandarlampung – Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan mendukung pencapaian kinerja operasional yang berkelanjutan, PTPN IV Regional VII menggelar Bimbingan dan Sertifikasi Mandor Pemeliharaan.

Kegiatan tersebut diikuti 38 mandor pemeliharaan dari berbagai unit kerja di lingkungan PTPN IV Regional VII.

Program ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk memastikan seluruh mandor pemeliharaan memiliki kompetensi sesuai standar, memahami teknik pemeliharaan tanaman yang tepat, serta mampu mengawal penerapan praktik terbaik (best practice) di lapangan guna mendukung produktivitas tanaman yang optimal.

Pelaksanaan sertifikasi menghadirkan sejumlah narasumber, asesor, dan praktisi kompetensi dari sektor perkebunan dan pertanian. Mereka antara lain Ketua LSP LPP Agro Nusantara (LPPAN) sekaligus SME LPP Agro Nusantara, Heri Purwanto; Lead Asesor LSP Kementerian Pertanian, Arief Wicaksono; Asesor LSP Kementerian Pertanian, Sukarji; Asesor LSP LPPAN, Budi Surya Lumban Raja; Ketua Tim Kerja Standardisasi dan Sertifikasi Pusat Pelatihan Pertanian, Ahmad Suryanto; Perwakilan LSP Kementerian Pertanian, Ditya Wahyu Ikhsanto; Perwakilan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Jambi, Basri Sirait; serta Tiara Syafa dari Learning LPP Agro Nusantara.

Kegiatan ini juga dihadiri jajaran manajemen PTPN IV Regional VII, termasuk Kepala Bagian SDM dan Sistem Manajemen beserta tim yang selama ini aktif mendorong pengembangan kompetensi karyawan melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi.

Dalam sambutannya, Operation Head PTPN IV Regional VII, Budi Susilo, menegaskan bahwa mandor pemeliharaan memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan operasional kebun karena menjadi ujung tombak pengawasan kegiatan perawatan tanaman di lapangan.

"Pemeliharaan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan produksi di masa mendatang. Oleh karena itu, mandor pemeliharaan harus memiliki kompetensi yang baik, memahami standar pekerjaan, serta mampu memastikan seluruh program pemeliharaan berjalan sesuai target dan ketentuan perusahaan. Melalui sertifikasi ini, kami ingin memastikan seluruh mandor memiliki kemampuan yang terstandarisasi dan diakui secara profesional," ujar Budi.

Ia menambahkan, tantangan industri perkebunan saat ini menuntut seluruh insan planters untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, metode kerja, serta tuntutan produktivitas yang semakin tinggi.

"Perusahaan tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang berpengalaman, tetapi juga tenaga kerja yang kompeten dan memiliki pengakuan atas kompetensi tersebut. Sertifikasi ini merupakan investasi perusahaan dalam membangun SDM unggul yang nantinya akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi, dan kualitas pengelolaan kebun," tambahnya.

Sementara itu, Ketua LSP LPP Agro Nusantara (LPPAN) dan SME LPP Agro Nusantara, Heri Purwanto, mengatakan program sertifikasi kompetensi merupakan instrumen penting untuk memastikan kualitas tenaga kerja perkebunan Indonesia mampu bersaing dan memenuhi standar yang dibutuhkan industri.

"Mandor merupakan pemimpin lapangan yang memiliki peran strategis dalam mengawal pelaksanaan pekerjaan sehari-hari. Oleh karena itu, kompetensi yang dimiliki harus dapat dibuktikan melalui proses asesmen yang objektif dan terukur. Sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan pengakuan bahwa seseorang benar-benar memiliki kemampuan sesuai standar kompetensi yang telah ditetapkan," jelasnya.

Menurut Heri, melalui proses sertifikasi tersebut peserta diuji tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan kemampuan dalam menerapkan kompetensi di lapangan sesuai standar yang berlaku.

"Harapan kami, peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menunjukkan kompetensi terbaiknya sehingga nantinya mampu menjadi agen perubahan di unit kerja masing-masing. Ketika kompetensi SDM meningkat, maka kualitas pekerjaan juga akan meningkat dan pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kinerja perusahaan secara keseluruhan," katanya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai standar kompetensi mandor pemeliharaan, teknik pengelolaan kegiatan pemeliharaan tanaman, pengawasan pekerjaan lapangan, keselamatan dan kesehatan kerja, hingga aspek administrasi dan pelaporan kegiatan operasional.

Setelah proses pembekalan, peserta mengikuti asesmen kompetensi yang dilakukan oleh tim asesor berlisensi sesuai skema sertifikasi yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, PTPN IV Regional VII menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu pilar utama keberhasilan perusahaan. Pengembangan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri perkebunan yang semakin dinamis.

Program sertifikasi ini juga sejalan dengan upaya perusahaan mendukung transformasi PalmCo serta mewujudkan tata kelola operasional yang unggul, produktif, dan berkelanjutan. Dengan SDM yang kompeten dan tersertifikasi, PTPN IV Regional VII optimistis dapat terus meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi PTPN Group dan industri perkebunan nasional.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


PTPN I: Legalitas Kebun Awaya Berkekuatan Huk ...

MOMENTUM, Makassar-PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) menegaskan ...


Pesawaran Lirik Potensi Pajak Konten Kreator ...

MOMENTUM, Gedongtataan--Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpa ...


Lampung Luncurkan Toko Tapis, Marketplace Lok ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi Lampung resmi melunc ...


PTPN IV Regional VII Gelar Bimbingan dan Sert ...

MOMENTUM, Bandarlampung – Sebagai bagian dari komitmen meningka ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com