Gunung Anak Krakatau Siaga, Warga Dilarang Dekati Kawah Radius 5 Kilometer

Tanggal 03 Jul 2026 - Laporan Harian Momentum - 203 Views
Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) setelah terjadi peningkatan signifikan aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan peningkatan jumlah gempa vulkanik, deformasi tubuh gunung, inflasi, serta adanya suplai magma menuju permukaan.

Sebelum status dinaikkan, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Kamis (2/7/2026) pukul 14.05 WIB. Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 20 detik.

Erupsi menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 200 meter di atas puncak. Abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal tampak jelas dari kawasan sekitar gunung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan peningkatan aktivitas tersebut menunjukkan adanya suplai magma ke bagian dangkal gunung.

"Peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya suplai magma ke permukaan, sehingga masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius yang telah direkomendasikan," kata Lana Saria, seperti dikutip Antara, Jumat (3/7/2026).

Selain meningkatnya aktivitas kegempaan, hasil pemantauan tiltmeter di sejumlah stasiun pengamatan juga memperlihatkan kecenderungan inflasi atau pengembangan tubuh gunung yang menandakan akumulasi tekanan di dalam gunung api.

Seiring kenaikan status menjadi Siaga, Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, nelayan, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau untuk menghindari potensi bahaya erupsi maupun lontaran material pijar.

Aktivitas wisata menuju Kepulauan Krakatau, baik melalui jalur Lampung maupun Banten, juga dihentikan sementara hingga kondisi dinyatakan aman.

Badan Geologi turut mengimbau masyarakat di sekitar pesisir Selat Sunda agar tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas pemantau gunung api.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diminta menyiapkan langkah-langkah mitigasi dan memperkuat koordinasi apabila aktivitas vulkanik kembali meningkat.

Saat ini, pemantauan Gunung Anak Krakatau dilakukan secara intensif selama 24 jam menggunakan jaringan seismik, alat pemantau deformasi, serta pengamatan visual guna mendeteksi setiap perkembangan aktivitas vulkanik secara dini.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Gunung Anak Krakatau Siaga, Warga Dilarang De ...

MOMENTUM, Bandarlampung – Badan Geologi Kementerian Energi dan ...


Kebakaran Hanguskan WJ Laundry di Pringsewu, ...

MOMENTUM, Pringsewu – Kebakaran melanda WJ Laundry di Jalan KH ...


Tapir Dilindungi Disembelih di Register 45, P ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Polres Mesuji menangkap empat warga yang ...


Praktisi Hukum Unila: Pengembalian Kerugian N ...

MOMENTUM, Panaragan – Praktisi hukum Universitas Lampung (Unila ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com