Hal tersebut ditegaskan Sekdaprov saat menguji sepuluh pejabat eselon II asal Kabupaten Lampung Barat dan Way Kanan dalam seminar proyek perubahan di Bandar Lampung, Selasa (8/9/2026).
Dalam uji cepat tersebut, para peserta diberi waktu satu menit untuk memaparkan kebaruan inovasi serta strategi pelibatan pemangku kepentingan kunci.
Empat inovasi asal Lampung Barat yang dipaparkan meliputi Super Bakas (layanan darurat bencana Diskominfo), P3A Sikop Berdaya (kelembagaan irigasi Dinas PUPR), Ngopi Talenta (manajemen ASN BKP-SDM), serta Si-Kopi Lanang (penyederhanaan perizinan DPMPTSP).
Sementara dari Way Kanan, enam pejabat mempresentasikan Si Prima (penyelamatan lahan pertanian Dinas TPHP), Si Nangkis Sikop (harmonisasi APBD BPKAD), dan Galaksi Pena (literasi dan pencegahan narkoba Dinas Perpustakaan).
Tiga program Way Kanan lainnya yakni Siap Invest (iklim investasi DPMPTSP), Sirkawan (pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular DLH), serta Sipadu Wiradata (basis data wirausaha muda Disporapar).
Sekdaprov mengingatkan bahwa indikator keberhasilan utama dari seluruh inovasi kepemimpinan ini terletak pada kemanfaatan langsung yang dirasakan oleh publik dan peningkatan kinerja instansi.
"Yang paling penting bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi ada dampak langsung bagi lingkungan tugas dan masyarakat yang merasakan manfaatnya," tegas Marindo.
Seluruh rancangan proyek perubahan ini akan terus dikawal oleh mentor serta coach, dan bakal dievaluasi kembali dalam tiga bulan mendatang untuk mengukur efektivitas penerapannya di lapangan. (**)
Editor: Agus Setyawan
E-Mail: harianmomentum@gmail.com