Rajungan Lampung: 12 Persen Kontribusi Nasional, Kini Jadi Model Perikanan Berkelanjutan

Tanggal 09 Sep 2026 - Laporan Wawan - 214 Views
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Mulyadi Irsan, berbincang dengan pelaku usaha hasil olahan laut.

MOMENTUM, Bandarlampung--Rajungan pesisir timur Lampung bukan rajungan biasa, komoditas ini menyumbang 12 persen dari total produksi rajungan nasional, sangat diminati pasar internasional hingga diekspor ke Amerika Serikat, dan menjadi tumpuan hidup ribuan nelayan di wilayah Tulangbawang, Lampung Tengah, serta Lampung Timur.

Potensi luar biasa ini memicu kesadaran bersama: kekayaan ini tidak boleh berhenti di generasi ini, melainkan harus berkelanjutan untuk dinikmati anak cucu. Dari keinginan itulah lahir Program Perikanan Rajungan Berkelanjutan.

Dalam pertemuan Tim Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan (TPPRB) yang digelar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Mulyadi Irsan, menegaskan bahwa kata kunci keberhasilan program ini adalah masyarakat. Karena nelayanlah yang berhadapan langsung dengan laut setiap hari, maka merekalah yang paling berperan menjaga kelestarian rajungan.

"Kata kunci adalah masyarakat — karena masyarakat yang berhadapan langsung di lapangan. Di program ini, teman-teman dari Environment Defense Fund (EDF) dan Starling berperan aktif mengedukasi nelayan melalui pembentukan tim-tim pengelola. Mulai dari cara penangkapan yang benar — misalnya melepaskan kembali rajungan yang belum memenuhi ukuran — hingga menjaga habitatnya. Itu semua tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri," ujar Mulyadi.

Bukti Nyata Keberhasilan Program

Upaya menjaga cara penangkapan dan melindungi habitat rajungan berupa pasir di dasar perairan — tempat rajungan hidup, berlindung, dan bertelur — terbukti membuahkan hasil. Indikator Spawning Potential Ratio (SPR) atau kemampuan bertelur rajungan terus meningkat signifikan: dari tahun ke tahun naik, hingga mencapai 30 persen pada tahun 2025.

"Ini bukan sekadar angka. Ini bukti bahwa kemampuan bertelur rajungan meningkat — artinya populasi terjaga dan berkelanjutan. Tapi kita tidak boleh lengah. Dinamika alam bisa naik turun, maka pengawasan dan partisipasi masyarakat harus terus dijaga," tegas Mulyadi.

Keberhasilan ini menarik perhatian luas. Environment Defense Fund (EDF) memberikan dukungan sebesar Rp3,8 miliar karena model pengelolaan rajungan di Lampung dinilai berhasil dan kini menjadi model nasional. Sinergi terus diperkuat mulai dari pemerintah provinsi hingga daerah: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela, bersama Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Bupati Lampung Tengah, serta Bupati Tulangbawang, berkomitmen menjadikan rajungan sebagai masa depan ekonomi pesisir timur Lampung.

Penambangan Pasir & Rantai Pasok

Namun tantangan belum selesai. Penambangan pasir laut yang tidak terkontrol menjadi ancaman serius bagi habitat rajungan. "Pasir itu bukan sekadar pasir — itu rumah rajungan, tempat mereka bertelur. Jika pasirnya rusak, rajungan pun akan hilang. Kami terus menghimbau perlindungan habitat ini," ungkap Mulyadi.

Selain itu, untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, rantai pasok harus diperkuat. Mulyadi mengajak pihak industri seperti Philips dan Pertamina untuk bersinergi. "Kita ingin rajungan bukan hanya ditangkap, tapi memiliki nilai tambah yang tinggi. Jika rantai pasok terjamin — nelayan bahagia, industri bahagia, pemerintah pun bahagia. Itu tujuan kita bersama," ujar dia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto menambahkan, bahwa keberhasilan 30 persen SPR yang diraih saat ini adalah titik awal, bukan akhir. "Dengan partisipasi masyarakat, dukungan NGO, pemerintah, dan dunia industri, rajungan pesisir timur Lampung akan terus lestari, menjadi kebanggaan Lampung dan model perikanan berkelanjutan Indonesia," ujar Bani.(**)

Editor: Agus Setyawan


Comment

Berita Terkait


Investasi Masa Depan Industri Hijau, PTPN IV ...

MOMENTUM, Bandarlampung – Dalam rangka memperkuat akselerasi tr ...


Rajungan Lampung: 12 Persen Kontribusi Nasion ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Rajungan pesisir timur Lampung bukan raj ...


Pemda Bisa Pinjam ke SMI untuk Bangun Infrast ...

MOMENTUM, Jakarta — Pemerintah daerah (pemda) disiapkan alterna ...


REI Lampung dan BRI Dorong Ekosistem Perumaha ...

MOMENTUM, Bandarlampung — DPD Realestat Indonesia (REI) Lampung ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com