MOMENTUM, Bandarlampung — Antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bandarlampung, Rabu (16/9/2026). Truk barang, kendaraan logistik hingga kendaraan pribadi tampak mengular untuk mendapatkan solar bersubsidi.
Kondisi tersebut direspons Pemerintah Provinsi Lampung bersama Polda Lampung dan Pertamina Patra Niaga dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU untuk memastikan penyaluran solar bersubsidi berjalan sesuai ketentuan.
Tiga SPBU menjadi sasaran monitoring, yakni SPBU 24.352.42 di Jalan Diponegoro, SPBU CoCo 21.351-05 di kawasan Pasar Kangkung, dan SPBU 24.352.44 di Jalan Gatot Subroto.
Di lokasi, petugas gabungan memeriksa kendaraan yang mengisi BBM, mulai dari barcode MyPertamina, foto STNK, kondisi fisik kendaraan hingga volume pengisian.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung Budhi Darmawan mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi, khususnya solar, tetap tepat sasaran.
“Kami pada hari ini bersama Pertamina Patra Niaga, Dinas ESDM Provinsi dan Ditreskrimsus Polda Lampung melakukan kunjungan monitoring. Sidak ini dilakukan karena adanya antrean BBM, terutama solar bersubsidi di Provinsi Lampung,” kata Budhi.
Menurutnya, petugas memeriksa kesesuaian barcode MyPertamina, foto STNK, kondisi fisik kendaraan hingga jumlah BBM yang diisikan berdasarkan kuota masing-masing kendaraan.
“Kita juga melihat antreannya cukup panjang. Kami cek kesesuaian barcode, kemudian cek foto STNK-nya, fisik kendaraannya juga kita lihat, termasuk mengisinya berapa, sesuai tidak dengan kuota,” ujarnya.
Dari hasil monitoring sementara di tiga SPBU tersebut, Budhi mengatakan belum menemukan adanya penyimpangan dalam penyaluran solar bersubsidi.
“Dalam pengamatan kita pagi ini, situasinya sebetulnya masih sesuai. Kita belum menemukan adanya yang tidak sesuai,” kata Budhi.
Meski demikian, pengawasan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi berbagai modus penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk penggunaan tangki modifikasi maupun pengisian secara berulang.
“Tujuan kita ke lapangan untuk melihat kalau memang ada penyimpangan. Kita harapkan itu tidak terjadi. Tapi kalau ada penyimpangan, penimbunan, dan indikasi penggunaan tidak sesuai peruntukannya, Polda yang akan melakukan penindakan,” tegasnya.
Selain pengawasan di lapangan, Pemprov Lampung akan berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk mengevaluasi kebutuhan dan kuota solar bersubsidi di wilayah Lampung.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat membantu menjaga distribusi BBM bersubsidi tetap merata, sekaligus memastikan antrean tidak mengganggu aktivitas transportasi dan arus distribusi barang.
Hingga siang hari, antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang menjadi lokasi monitoring masih terlihat. Meski demikian, proses pengisian solar bersubsidi berlangsung tertib dengan pengawasan petugas gabungan.(*)
Editor: Muhammad Furqon
E-Mail: harianmomentum@gmail.com