Dua Gunung Berapi Erupsi, Warga Diminta Waspadai Abu Vulkanik dan Lahar

Tanggal 27 Sep 2026 - Laporan Harian Momentum. - 268 Views
Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah-DI Yogyakarta. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung--Dua gunung berapi di Indonesia, Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah-DI Yogyakarta dan Gunung Marapi di Sumatera Barat, mengalami erupsi pada Sabtu (26/9/2026). Warga di sekitar kedua gunung diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi keselamatan dari Badan Geologi dan PVMBG.

Gunung Merapi mengalami awan panas guguran pada Sabtu malam pukul 20.34 WIB. Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Badan Geologi, awan panas tersebut meluncur sejauh sekitar 2.000 meter atau 2 kilometer ke arah selatan menuju alur Kali Boyong, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Awan panas guguran itu tercatat memiliki amplitudo maksimum 48,66 milimeter dengan durasi kegempaan 129,64 detik.

Aktivitas Gunung Merapi hingga kini masih berada pada Level III atau Siaga.

Badan Geologi mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di daerah yang berpotensi bahaya, terutama di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Ancaman yang perlu diwaspadai antara lain guguran lava, awan panas, serta lahar saat hujan turun.

Masyarakat juga diminta tetap tenang dan mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik melalui informasi resmi BPPTKG dan Badan Geologi.

Gunung Marapi di Sumatera Barat Kembali Erupsi

Sementara itu, Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Sabtu sekitar pukul 21.40 WIB.

Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan berlangsung sekitar 1 menit 19 detik. Tinggi kolom abu tidak dapat teramati dalam laporan aktivitas vulkanik tersebut.

Gunung Marapi saat ini masih berstatus Level II atau Waspada.

PVMBG mengimbau masyarakat, pendaki, pengunjung, dan wisatawan tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek.

Masyarakat juga diminta mewaspadai kemungkinan hujan abu vulkanik. Abu dapat terbawa angin dan menyebar ke wilayah sekitar gunung, bergantung pada arah dan kecepatan angin.

Jika terjadi hujan abu, warga dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan. Perlindungan terhadap mata dan kulit juga diperlukan, terutama ketika konsentrasi abu cukup tinggi.

Warga juga diminta mengamankan sumber air bersih agar tidak tercemar abu vulkanik. Jika abu menumpuk tebal di atap rumah, pembersihan perlu dilakukan dengan memperhatikan keselamatan karena tumpukan abu dapat menambah beban atap dan berpotensi menyebabkan kerusakan bangunan.

Waspadai Lahar Saat Hujan

Selain erupsi dan abu vulkanik, warga yang tinggal di sekitar lembah, aliran, maupun bantaran sungai yang berhulu di Gunung Marapi diminta mewaspadai potensi lahar, terutama saat hujan berintensitas tinggi.

Material vulkanik di lereng dan sekitar puncak dapat terbawa aliran air hujan melalui sungai yang berhulu di kawasan gunung.

Karena itu, masyarakat di sekitar alur sungai diminta memperhatikan kondisi cuaca dan mengikuti perkembangan aktivitas gunung melalui informasi resmi pemerintah serta petugas pemantauan.

Perubahan aktivitas gunung api dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan berbahaya hanya untuk melihat aktivitas erupsi secara langsung dan selalu mengutamakan keselamatan.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Muslimat NU Bandarmataram Perkuat Peran Perem ...

MOMENTUM, Bandarmataram--Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahd ...


Korban KMP Virgo Transport 8 Tinggalkan Dua A ...

MOMENTUM, Gedongtataan--Keluarga Rozaktana (34), warga Desa Bernu ...


Dua Gunung Berapi Erupsi, Warga Diminta Waspa ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Dua gunung berapi di Indonesia, Gunung M ...


Putra Bungsu Proklamator, Guruh Soekarnoputra ...

MOMENTUM, Jakarta--Kabar duka datang dari keluarga Presiden perta ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com