MOMENTUM, Tanggamus--Jenazah warga Dusun Cukuhpandan, Pekon Tampangtua, Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus, harus dibawa menggunakan perahu motor untuk mencapai kampung halamannya. Kondisi ini terjadi karena akses jalan darat menuju wilayah tersebut belum memadai.
Peristiwa itu terekam dalam video berdurasi 2 menit 40 detik yang diunggah akun Facebook Nur Asifa. Dalam video tersebut, sejumlah warga dan keluarga terlihat menurunkan jenazah Aan dari ambulans di Dermaga II Syahbandar, Kecamatan Kotaagung.
Jenazah kemudian ditandu oleh keluarga dan kerabat menuju perahu motor yang menunggu di tepi pantai. Perahu itu selanjutnya membawa jenazah ke kampung halaman untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.
Video tersebut menuai beragam tanggapan warganet. Sejumlah pengguna media sosial menyampaikan belasungkawa, sedangkan lainnya mendesak Pemerintah Kabupaten Tanggamus membangun akses jalan darat yang menghubungkan Pekon Waynipah sebagai pekon induk dengan Pekon Tampangtua.
Salah satu komentar datang dari akun Kiyai Iwan yang menyoroti pembangunan wilayah yang masih sulit dijangkau.
“Inilah gunanya kita memilih putra daerah sebagai pemimpin daerah supaya bisa membangun daerahnya sendiri,” tulisnya.
Pengunggah video juga menyoroti persoalan transportasi yang masih dihadapi masyarakat di wilayah terpencil tersebut. Selain membutuhkan biaya yang tidak sedikit, perjalanan menggunakan perahu motor dinilai memiliki risiko, terutama saat kondisi laut berombak.
Keterbatasan akses darat itu turut menjadi perhatian karena dapat menyulitkan mobilitas warga, termasuk ketika membutuhkan pelayanan kesehatan dan penanganan dalam keadaan darurat.
Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Kotaagung, Iqbal, membenarkan informasi pemulangan jenazah tersebut berdasarkan keterangan keluarga.
Menurut Iqbal, Aan merupakan warga Dusun Cukuhpandan, Pekon Tampangtua. Sebelum meninggal dunia, Aan tinggal di rumah anak kandungnya di Kecamatan Wonosobo untuk menjalani pengobatan dan kontrol kesehatan.
“Karena sakit, almarhum berobat dan tinggal di rumah anaknya di Kecamatan Wonosobo. Dia meninggal dunia saat dirawat sebelum dapat kembali ke kampung halamannya,” kata Iqbal.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang layak. Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait memberi perhatian terhadap pembangunan jalan agar mobilitas masyarakat dan akses terhadap pelayanan dasar, terutama kesehatan, dapat lebih mudah.(*)
Editor: Muhammad Furqon
E-Mail: harianmomentum@gmail.com