Bahlil: Indonesia Belum akan Ekspor Listrik ke Singapura

Tanggal 02 Nov 2026 - Laporan Harian Momentum - 85 Views
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: Ist.

MOMENTUM, Jakarta – Pemerintah Indonesia belum akan membuka keran ekspor listrik ke Singapura dalam waktu dekat. Kebutuhan energi dalam negeri masih menjadi prioritas sebelum pasokan listrik dijual ke negara lain.

Penegasan itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat menghadiri pembukaan Minerba Convex 2026 di JIExpo Convention Center, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026).

Bahlil mengatakan, keputusan pemberian izin ekspor listrik sepenuhnya berada di tangan Kementerian ESDM. Karena itu, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tidak memiliki kewenangan untuk menentukan kebijakan perizinan tersebut.

Ia bahkan mengingatkan Danantara agar tidak terpengaruh lobi pihak-pihak yang mendorong realisasi ekspor listrik ke Singapura.

Menurut Bahlil, pemerintah harus memastikan kebutuhan listrik nasional terpenuhi sebelum mempertimbangkan pasokan energi untuk negara lain.

"Saya sudah mengumumkan untuk Indonesia dalam waktu dekat belum bisa mengekspor listrik. Kita masih butuh listrik. Enggak ada (ekspor). Saya sudah kasih tahu Danantara, jangan kamu mau dilobi-lobi. Enggak ada, izin itu ada di ESDM, bukan Danantara," tegasnya.

Ia menambahkan, kebijakan energi harus mengutamakan kepentingan nasional, termasuk menjaga kedaulatan dan martabat negara dalam menjalin hubungan dengan negara lain.

"Kedaulatan negara saya dahulukan, wibawa negara saya dahulukan, marwah negara adalah marwah 280 juta jiwa yang ada di bangsa ini," ujarnya.

Selain persoalan ekspor listrik, Bahlil juga menekankan pentingnya kemandirian Indonesia dalam perdagangan sumber daya alam (SDA). Ia meminta pengiriman komoditas ke luar negeri dilakukan langsung ke negara tujuan tanpa melalui negara perantara.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara berdaulat harus memiliki kendali atas jalur perdagangan dan distribusi komoditasnya.

"Kita kirim langsung, tidak boleh lewat negara-negara perantara. Indonesia ini negara berdaulat. Bukan negara yang bisa diatur-atur oleh siapapun, enggak boleh," katanya.

Bahlil juga mengingatkan bahwa hubungan perdagangan dan kerja sama internasional harus dibangun atas dasar kesetaraan serta saling menghormati. Indonesia, kata dia, tidak boleh terus memberikan keuntungan kepada pihak lain tanpa memperoleh perlakuan yang sepadan.

"Tapi kalau mereka agak kurang sayang, kita juga harus berikan kadar yang sama. Jangan cinta bertepuk sebelah tangan dong, enggak bagus," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menunjuk BPI Danantara untuk mengimplementasikan kerja sama perdagangan listrik lintas batas dengan Singapura.

Penunjukan tersebut disampaikan Prabowo dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Negara, 6 Juli 2026. Namun, Bahlil menegaskan bahwa realisasi ekspor listrik tetap harus menunggu keputusan perizinan dari Kementerian ESDM.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Bahlil: Indonesia Belum akan Ekspor Listrik k ...

MOMENTUM, Jakarta – Pemerintah Indonesia belum akan membuka ker ...


Hingga Oktober, Realisasi Investasi Pesawaran ...

MOMENTUM, Gedongtataan--Realisasi investasi di Kabupaten Pesawara ...


Makin Sering Transaksi Makin Untung, Pelangga ...

MOMENTUM, Palembang--Telkomsel Regional Sumbagsel mengajak pelang ...


Harga BBM Nonsubsidi yang Berlaku pada 1 Nove ...

MOMENTUM, Bandarlampung – Harga bahan bakar minyak (BBM) di se ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com