Pemkot Metro Bikin Rekor MURI, Peserta Mengeluh

Kemacetan lalu lintas menuju lokasi kegiatan pemecarah rekor MURI di Stadion Tejosari, Kota Metro

MOMENTUM, Metro--Upaya Pemerintah Kota Metro menorehkan catatan Mesuem Rekor Indonesia (MURI) kategori menabung dalam celengan oleh siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terbanyak, menuai  peserta kegiatan tersebut.

Masyarakat mengeluhkan tarif parkir dan kemacetan lalu lintas di sepanjang jalan menuju lokasi kegiatan pemecahan rekor tersebut, di Stadion Tejosari Kota Metro, Kamis (8-7-2019).

"Panitia nggak siap. Tidak ada upaya untuk mengatisipasi kemacetan menuju lokasi acara. Harusnya ada antisipasi, apa lagi inikan jalan satu jalur," kata Alan orang tua siswa PAUD yang ingin mengikuti kegiatan tersebut pada Harianmomentum.com.

keluhan senada juga disampaikan orang tua siswa PAUD lainya. Dian yang mendampingi anaknya mengikuti pemecahan rekor tersebut mengeluhakan tarif parkir kendaraan di lokasi kegiatan.

"Tarif parkirnya malah banget, Rp5000 untuk motor. Kalau mobil, katanya tadiRp10 ribu," keluhnya.  

Padahal, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor: 32 Tahun 2014, tentang retribusi parkir yang berlaku, satu kali parkir hanya Rp1.000 untuk sepeda motor dan Rp2 ribu untuk mobil. 

"Pada dasarnya kami mendukung acara ini. Harusnya  kalau mau buat acara begini, persiapan yang dilakukan panitia harus benar-benar matang. Jangan sampai bikin lalu lintas macet," harapnya.

Menanggapi beragam kelurahan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro Ria Andari meminta maaf kepada para orang tua peserta.

"Itu kendala kita. Ini menjadi evaluasi ke depan. Besok mungkin mencari tempat yang lebih representatif. Artinya jalan keluar yang banyak. Untuk itu, saya atas nama panitia  mohon maaf. Tetap akan ada perbaikan," kata Ria Andari.

Menurut dia, panitia sudah bekerja maksimal. Koordinasi lintas sektor juga telah dilakukan untuk kelancaran acara.

"Kita sudah maksimal dengan berkoordinasi dengan Polres, Pol PP dan Dishub. Cuma tadi begitu masuk semua pas mau keluar, mobil yang baru pada datang tidak bisa masuk makanya menimbulkan kemacetan panjang," kilahnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Metro AKP Muliawati Nurtya Kusnadi menyebut kejadian itu di luar dugaan.

"Dari dinas juga sudah memberikan informasi. Kita juga sudah  melakukan rekayasa lalu lintas, tapi memang di luar dugaan kami. Ini membludak dengan waktu yang bersamaan. Kendala kita karena ini hanya satu jalur untuk menuju ke sini," jelasnya. (pie)


Berikan Komentar