MOMENTUM, Pringsewu--Institut Bakti Nusantara (IBN) Pringsewu, Lampung, menggelar bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan UPT Puskesmas Pringsewu. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyuluhan gizi seimbang dan senam bersama.
Kegiatan yang berlangsung di Aula IBN Pringsewu, Jalan Wisma Rini, Pringsewu, Kamis (18/6/2026), melibatkan 10 tenaga kesehatan dan melayani sebanyak 165 peserta yang terdiri atas dosen dan karyawan IBN.
Rektor IBN Pringsewu, Fauzi, mengatakan pemeriksaan kesehatan tersebut meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, pengukuran indeks massa tubuh (IMT), serta konsultasi dokter untuk mendeteksi tingkat stres dan kelelahan.
"Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui kondisi kesehatan sivitas akademika sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan gangguan kesehatan," kata Fauzi.
Menurutnya, kegiatan bertema Kampus Sehat, Sumber Daya Manusia Hebat tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.
"Jika ingin naik kelas, tentu sumber daya manusia yang ada harus sehat. Karena itu perlu dilakukan deteksi dini masalah kesehatan dan pemantauan kebugaran fisik. Kesehatan merupakan fondasi utama untuk menjaga produktivitas, kreativitas, dan kualitas pengajaran," ujarnya.
Fauzi menambahkan, kondisi kesehatan yang baik akan mendukung dosen dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara optimal.
"Kalau sehat, tentu aktivitas mengajar menjadi lebih maksimal. Ini bagian dari upaya mewujudkan kampus yang unggul dan berkualitas," katanya.
Ia memastikan program pemeriksaan kesehatan tersebut akan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali.
"IBN memiliki tagline BISA, yaitu Best, Integrity, Smart, dan Active. Untuk menjadi aktif, tentu harus didukung kondisi tubuh yang sehat. Dosen yang sehat akan menghasilkan kampus yang semakin maju," tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Pringsewu, Wahyudin, mengapresiasi kepedulian IBN terhadap kesehatan dosen dan karyawannya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh kolaborasi yang baik antara institusi pendidikan dan layanan kesehatan dalam upaya pencegahan penyakit.
"Harapannya, deteksi dini ini dapat mencegah munculnya penyakit tidak menular yang banyak dialami pekerja kantoran," ujarnya.
Wakil Rektor II IBN, Miswan Gumanti, menambahkan hasil pemeriksaan akan direkap sebagai data dasar kondisi kesehatan pegawai.
"Peserta yang hasil pemeriksaannya memerlukan tindak lanjut akan kami fasilitasi untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan. Ini merupakan bentuk perhatian kampus terhadap kesehatan pegawai," katanya.
Salah seorang peserta, dosen Program Studi Sistem Informasi Trisnawati, mengaku terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan kesehatan di lingkungan kampus.
"Sebagian besar pekerjaan dilakukan di depan komputer dan saya jarang berolahraga. Setelah diperiksa, ternyata kadar kolesterol saya cukup tinggi. Untung bisa diketahui lebih awal tanpa harus meninggalkan aktivitas di kampus," ujarnya.(**)
Editor: Muhammad Furqon
E-Mail: harianmomentum@gmail.com