MOMENTUM, Lampung--Polda Lampung mengerahkan sebanyak 702 personel untuk menggelar Operasi Patuh Krakatau 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Pelanggaran melawan arus lalu lintas menjadi salah satu sasaran penindakan utama dalam operasi ini.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan bahwa operasi ini digelar untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan serta fatalitas korban di jalan raya.
"Keberhasilan operasi harus dilihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat, perubahan perilaku berkendara, menurunnya angka kecelakaan, serta berkurangnya fatalitas korban kecelakaan lalu lintas," ujar Yuni, Minggu (25-10-2026).
Yuni menegaskan, pelanggaran melawan arus menjadi perhatian serius karena sangat berisiko memicu kecelakaan fatal. Selain melawan arus, sasaran penindakan lainnya meliputi pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara, tidak memakai helm atau sabuk keselamatan, menerobos lampu merah, hingga berkendara melebihi batas kecepatan.
Meskipun demikian, pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis tetap dikedepankan melalui program sosialisasi *safety riding* dan *safety driving*.
Operasi ini melibatkan 94 personel Satgas Polda Lampung dan 608 personel Satgas dari Polres/Polresta jajaran. Penindakan hukum akan mengoptimalkan tilang elektronik (*Electronic Traffic Law Enforcement*/ETLE), tilang manual di tempat, hingga teguran simpatik.
Guna menjaga transparansi dan mencegah penyimpangan di lapangan, pelaksanaan penilangan secara langsung wajib didampingi oleh personel Provos sebagai bentuk pengawasan internal.
Sementara itu, Dirlantas Polda Lampung Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar Sidiq menekankan bahwa seluruh personel harus memberikan dampak nyata dan hadir membantu masyarakat di jalan.
"Operasi ini bukan sekadar penindakan, tetapi upaya membangun budaya tertib berlalu lintas agar masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan merupakan kebutuhan bersama," tegas Reza.
Polda Lampung turut mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. "Jangan melawan arus, jangan menggunakan HP saat berkendara, gunakan helm dan sabuk keselamatan, serta patuhi seluruh aturan lalu lintas. Ingat, keluarga menunggu kita pulang dengan selamat," imbaunya.(**)
Editor: Agus Setyawan
E-Mail: harianmomentum@gmail.com